Home > Out Of Topics > Mengapa Cincin Pernikahan Harus Ditaruh di Jari Manis?

Mengapa Cincin Pernikahan Harus Ditaruh di Jari Manis?


Tulisan ini gw kutip dari milis di kantor dengan beberapa perubahan redaksi seperlunya… 🙂

Mengapa Cincin Pernikahan Harus Ditaruh di Jari Manis??  Ikuti langkah berikut ini, Tuhan benar2 membuat keajaiban (ini berasal dari kutipan Cina)

  • Pertama, tunjukkan telapak tangan anda, jari tengah ditekuk ke dalam;
  • Kemudian, 4 jari yang lain pertemukan ujungnya;
    Memasangkan jari
  • Permainan dimulai, 5 pasang jari tetapi hanya 1 pasang yang tidak terpisahkan;
  • Cobalah membuka ibu jari anda, ibu jari menwakili orang tua, ibu jari bisa dibuka karena semua manusia mengalami sakit dan mati.  Dengan demikian orang tua kita akan meninggalkan kita suatu hari nanti;
  • Tutup kembali ibu jari anda, kemudian buka jari telunjuk anda, jari telunjuk mewakili kakak dan adik anda, mereke memiliki keluarga sendiri, sehingga mereka juga akan meninggalkan kita;
  • sekarang tutup kembali jari telunjuk anda, buka jari kelingking, yang mewakili anak2.  cepat atau lambat anak2 juga akan meninggalkan kita;
  • selanjutnya, tutup jari kelingking anda, bukalah jari manis anda tempat dimana kita menaruh cincin perkawinan anda, anda akan heran karena jari tersebut tidak akan bisa dibuka. Karena jari manis mewakili suami dan istri, selama hidup anda dan pasangan anda akan terus melekat satu sama lain.

memang benar jari yang paling tinggi, paling tengah, dalam posisi seperti gambar tersebut, mengakibatkan jari manis tidak bisa dibuka. Tetapi kalau kedua Jari Tengah dipertemukan seperti keempat pasang jari yang lain pasti jari manis yang bandel tadi bisa dibuka. Apa maknanya ?

Kalau semua jari dipertemukan (tidak ada yg ditekuk), memang betul semua jari bisa di buka. Hanya besarnya bukaan jari manis paling kecil, dibanding bukaan jari-jari lainnya.

Itulah Kebesaran Tuhan, tapi manusia selalu berusaha merubahnya.
Jari manis akan terbuka bila ada pihak luar yang membantu membukanya, atau memotong jari manis itu.

Pasangan Perkawinan akan lepas dan bubar bila ada kekuatan-kekuatan dari pihak luar yang
Membantu Melepaskannya“.

pendapat lain..

Ikatan suci perkawinan bukanlah benda mati yang tidak bisa berubah. Kembali harus ada komitmen dari yang terikat untuk menjaga ikatan itu. Apa mau ikatan itu tetap kuat atau bagaimana kualitas ikatan itulah . . . . . Harus ada usaha entah itu dari dua pihak, atau semula satu pihak untuk akhirnya menjadi komitmen dua pihak juga. . . . .

Categories: Out Of Topics
  1. August 2, 2006 at 2:03 pm

    Hahahaha …. bisa aja!!! :))

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: